Kuliner Asal Pekalongan yang Bikin Kamu Rindu
Apa yang terpikirkan kalo kamu mendengar kata PEKALONGAN? Pasti bayangannya langsung ke kain tradisional BATIK PEKALONGAN. Ngga salah sih, tapi ya ngga bener-bener banget juga.
Tapi apa iya ke Pekalongan cuma membeli batik? Kayanya kurang afdol ya kalo ke suatu tempat ngga mencicipi kuliner khasnya.
Nah, artikel ini akan membahas salah satu kuliner yang cukup unik, enak, dan yang pastinya cocok di dompet kamu. Kudapan seru ini bernama SEGO MEGONO. Apa sih sego megono? Yuk kita simak!
![]() |
| Sumber foto: www.diahdidi.com |
Sejarah
Sego megono ini bisa disebut juga nasi megono karena dalam bahasa Jawa, sego artinya nasi. Nasi megono sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu Mataram Kuno, mereka kerap mengadakan upacara adat yang menyediakan sesaji. Nah di dalam sesaji tersebut terdapat nasi tumpeng yang di pinggirnya diberi urapan cecek (nangka muda) yang ditambah parutan kelapa dan bumbu rempah lainnya yang dikukus. Cara bersaji ini dibawa ke daerah bawahan Mataram Kuno termasuk Pekalongan yang konon merupakan 3 kota tertua di Pulau Jawa.
![]() |
| Sumber foto: ras-samurdi.blogspot.co.id |
Masuknya Islam pada zaman Mataram, sego megono tidak diberikan untuk sesaji lagi, melainkan untuk dibagikan dan dimakan bersama-sama saat acara Tahlil atau Tahmid di masjid-masjid. Inti bahannya masih sama seperti dulu, tetap menggunakan cecek (nangka muda), tapi bukan irisan besar lagi melainkan sudah dicacah kecil-kecil dan ditambah dengan parutan kelapa dan bumbu rempah ala Pekalongan yang dikukus.
Sego Megono Kini
![]() |
| Sumber foto: www.tribunnews.com |
Zaman sekarang, sego megono tidak hadir hanya saat acara agama saja dan berbentuk tumpeng, tetapi sudah menjadi makanan sehari-hari bagi warga Pekalongan dan sekitarnya. Selain rasanya enak, cara membuatnya pun cukup mudah. Biasanya sego megono dijadikan sarapan, tetapi sekarang sudah banyak yang menjual sego megono hingga malam hari dengan konsep warung lesehan. Kemasan dan porsi sego megono pun dibuat seperti nasi kucing dengan kisaran harga Rp 2.500,00 – Rp 5.000,00 per bungkusnya, ditambah aneka macam lauk yang disediakan seperti tempe bacem, tahu bacem, tempe mendoan, hingga sate usus pun membuat sego megono ini menjadi semakin nikmat.
![]() |
| Sumber foto: ruparuparumpi.wordpress.com |
![]() |
| Sumber foto: ruparuparumpi.wordpress.com |
Gimana? Sudah merasa rindu? Tertarik untuk mencoba?
Ngga usah bingung, kalian bisa kok ke Pekalongan hanya dalam waktu kurang dari enam jam. Naik apa? Naik kereta api pastinya. Terus, bagaimana kalo mau pesen tiket kereta api yang ngga pake ribet dan aman? Kalian bisa langsung cek di sini.
Dengan membeli tiket kereta api di Tokopedia, banyak sekali keuntungan yang bisa didapat. Kamu bisa pilih kursi sendiri, beli tiket bebas biaya admin, dan yang pasti banyak promo menarik dari Tokopedia. Mau beli tiket kereta api lebih murah, praktis, dan aman?
Sudah Cek Tokopedia Belum?
sumber :
http://www.cintapekalongan.com/penjelasan-sejarah-megono-aseli-pekalongan/
http://yopaora.blogspot.co.id/2013/03/sego-megono.html




